jurnal
kurikulum
mail
pmb
tracer

Kalender Akademik 2013/2014

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
GAGASAN

"Kesenian Tradisional Gembyung di antara Gerusan Modernisasi"

Oleh: Ai Rosliyani

Gemyung merupakan kesenian yang digunakan sebagai media penyebaran agama Islam di Tanah Jawa. Berdasarkan istilah kata, “Gembyung” diambil dari dua buah kata, yaitu “Ngagem yang Maha Agung”, sedangkan Gemyung adalah ensambel musik yang terdiri dari beberapa alat tabuh yang terbuat dari kayu bundar dan ditutup sebelah mukanya oleh kulit sapi atau kerbau. Dalam perkembangannya Gembyung tidak hanya sebagai seni auditif, tapi sudah menjadi seni pertunjukkan yang melibatkan unsur seni lain seperti seni tari, maka Gemyung menjadi waditra yang berfungsi sebagai gending pengiring tari dalam pelaksanaan suatu upacara ritual. Masuknya kesenian Gemyung ke Tanah Jawa khususnya Jawa Barat dibawa oleh Prabu Siliwangi. Kesenian Gemyung sendiri merupakan kesenian peninggalan para wali di Cirebon yang digunakan untuk menyebarkan agama Islam, merupakan pengembangan dari kesenian Terbang yang hidup di lingkungan pesantren, biasanya dipertunjukan dalam acara-acara Islam seperti peringatan Maulid Nabi, Rajaban dan Kegiatan 1 Syuro. Selanjutnya Gemyung masuk ke daerah Sumedang, sekitar tahun 1430 M, oleh Eyang Suci sebagai tokoh penyebaran agama Islam yang media pengembangannya memakai waditra Gemyung.

Selanjutnya...

 

Additional information