Sejarah:

Kampus UPI di Sumedang tidak lepas dari sejarah lembaga pendidikan guru di Sumedang. Pada 1956 silam, pemerintah mendirikan Sekolah Guru A (SGA) Negeri jenjang SLTA. Sekolah ini menjaring lulusan SMP dan SGB dengan lama pendidikan tiga tahun. Lulusan SGA menjadi guru SLTP (SMP, ST, SMEP, dan SGB). SGB resmi ditutup pada 1961. Pemerintah kemudian menaikkan kualifikasi guru SD, dari semula lulusan SGB menjadi lulusan SGA. Sekolah ini kemudian berubah menjadi Sekolah Pendidikan Guru Negeri (SPGN) dengan lulusan guru SD. SPG Negeri Sumedang berkiprah sampai 1991.

Pada akhir tahun ajaran 1991, SPG Negeri Sumedang terpilih untuk terus menyelenggarakan pendidikan guru. Statusnya dari SLTA beralihfungsi menjadi Unit Pelaksana Program (UPP) dengan nama Program D2 PGSD FIP IKIP Bandung UPP Sumedang. Sejak saat itu seluruh ketenagaan beralih menjadi milik IKIP Bandung. Kelembagaan juga berubah dari naungan Dirjen Dikdasmen menjadi di bawah naungan Dirjen Dikti Depdikbud. Pemimpin lembaga yang tadinya kepala sekolah menjadi dipimpin oleh seorang Ketua Program D2 PGSD FIP IKIP Bandung UPP Sumedang.

Pada 1999, Presiden Republik Indonesia melalui Kepres Noomor 124 tahun 1999, memutuskan perubahan IKIP Bandung menjadi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).  Seiring perubahan itu, Rektor UPI melalui keputusan bernomor 1745/J.33/KL.02.04/2002 tertanggal 27 Maret 2002, mengembangkan Program D2 PGSD UPP Sumedang menjadi UPI Kampus Sumedang. Dengan pengembangan di atas, status kepemimpinan pun berubah kini menjadi dipimpin oleh seorang direktur. Status ini tidak berubah lagi seiring perubahan perubahan UPI menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum.