Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, S.Sos., M.E., tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi dan Pembekalan Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Gedung Industri Pariwisata UPI Kampus Sumedang pada Jumat, 11 September 2026, dan diikuti antusias oleh mahasiswa yang akan terjun langsung ke tengah masyarakat.
Dalam paparannya bertajuk “Literasi Dasar, Fondasi Pembelajaran Bermakna”, Dr. Eka menegaskan bahwa penguasaan literasi dasar, meliputi kemampuan membaca, menulis, berhitung, dan literasi digital merupakan pondasi utama bagi terciptanya pembelajaran yang bermakna di jenjang sekolah dasar. Ia mengajak calon guru untuk membekali diri dengan kompetensi literasi yang kuat sebelum turun ke lapangan melalui P2MB, agar mampu membaca kondisi riil masyarakat dan merancang pembelajaran yang kontekstual serta relevan dengan kebutuhan siswa di berbagai wilayah Kabupaten Sumedang.
Kegiatan ini sejalan dengan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 2 tentang mahasiswa yang mendapatkan pengalaman di luar kampus, serta IKU 6 mengenai kemitraan dengan mitra strategis, sebagaimana tercermin dari kolaborasi antara UPI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Materi literasi dasar yang disampaikan juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi literasi sejak dini, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan lewat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Bagi Program Studi PGSD, kegiatan ini memperkuat kurikulum berbasis pengalaman lapangan sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah. Bagi mahasiswa, materi ini membekali pemahaman literasi dasar yang aplikatif sebelum terjun ke masyarakat melalui P2MB. Sementara bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumedang, kehadiran calon guru yang memahami literasi dasar diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar di berbagai wilayah, termasuk daerah yang masih membutuhkan penguatan literasi.








