Pada hari Kamis, 17 September 2026, Kelompok 16 P2MB UPI Kampus Sumedang dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Ani Nur Aeni, M.Pd. melaksanakan kegiatan kunjungan ke UMKM sale pisang yang berlokasi di Dusun 1, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengenalan terhadap potensi UMKM masyarakat setempat, khususnya dalam mengolah pisang menjadi sale pisang sebagai produk pangan tradisional yang memiliki cita rasa khas dan nilai ekonomi.
Usaha sale pisang Ibu Entin telah berjalan selama kurang lebih 16 tahun. Berawal dari pengalaman sederhana, Ibu Entin dan suaminya mendapatkan pisang setelah menghadiri acara hajatan. Pisang tersebut kemudian dibawa pulang untuk diolah dengan cara dijemur terlebih dahulu, kemudian digoreng menggunakan balutan tepung terigu. Hasil olahan tersebut kemudian dicicipi oleh orang-orang di sekitar dan mendapatkan tanggapan positif karena rasanya yang dinilai enak. Dari percobaan tersebut, usaha sale pisang kemudian terus dikembangkan hingga bertahan sampai saat ini.
Dalam proses pembuatannya, pemilihan bahan menjadi salah satu hal yang diperhatikan untuk menjaga cita rasa sale pisang. Pisang yang digunakan adalah pisang ambon karena memiliki rasa yang manis. Tingkat kematangan pisang juga harus diperhatikan, yaitu tidak boleh terlalu muda dan harus berada pada tingkat kematangan yang tepat agar menghasilkan sale pisang dengan kualitas yang baik.
Selain pemilihan pisang, penggunaan bahan untuk menggoreng juga menjadi salah satu hal penting. Pemilik usaha menyampaikan bahwa minyak curah sebaiknya tidak digunakan karena dapat memengaruhi rasa sale pisang dan membuatnya menjadi bau apek. Penggunaan mentega juga perlu diperhatikan dan tidak dianjurkan menggunakan mentega kiloan agar cita rasa produk tetap terjaga.
Proses pengeringan pisang menjadi salah satu tahapan penting dalam pembuatan sale. Pada kondisi cuaca yang cerah, pisang dapat dijemur dengan memanfaatkan panas matahari. Namun, ketika musim hujan tiba, proses pengeringan tidak dapat sepenuhnya mengandalkan sinar matahari. Sebagai alternatif, Ibu Entin dan suami menggunakan oven listrik berdaya 800 watt untuk membantu proses pengeringan pisang sehingga kegiatan produksi tetap dapat berlangsung.
Dari usaha yang telah dijalankan selama 16 tahun, sale pisang mampu diproduksi dan dipasarkan dalam jumlah yang cukup banyak. Dalam satu hari, penjualan dapat mencapai sekitar 10–15 kilogram, tergantung pada kondisi produksi dan permintaan. Produk sale pisang tersebut dijual dengan harga Rp30.000 untuk ukuran setengah kilogram, sedangkan ukuran satu kilogram dibanderol dengan harga Rp60.000.
Perjalanan UMKM sale pisang di Desa Cibuluh menunjukkan bahwa usaha dapat berkembang dari sebuah percobaan sederhana dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan mempertahankan cita rasa tradisional, memperhatikan kualitas bahan, serta menyesuaikan proses produksi dengan kondisi cuaca, sale pisang tidak hanya menjadi makanan tradisional, tetapi juga mampu menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.








