Perkuliahan Perdana Mata Kuliah Konsep Dasar Bahasa Indonesia Prodi PGSD Kampus Sumedang
Kembali ke Berita

Perkuliahan Perdana Mata Kuliah Konsep Dasar Bahasa Indonesia Prodi PGSD Kampus Sumedang

Detail Berita

Penyunting
ADMIN
Waktu Posting
26 Aug 2026 13:18
Kategori
Kampus
Perkuliahan Perdana Mata Kuliah Konsep Dasar Bahasa Indonesia Prodi PGSD Kampus Sumedang

Suasana khidmat dan ceria di program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas Pendidikan Indonesia, Kampus Sumedang saat mahasiswa baru mengikuti hari-hari pertama perkuliahan. Sesi perkuliahan ini menghadirkan perkuliahan bahasa dengan pembahasan linguistik yang merupakan studi bahasa dan memiliki sejumlah cabang di antaranya fonologi (bunyi), morfologi (pembentukan kata), sintaksis (kalimat), dan semantik (makna). 

Perkuliahan juga mendiskusikan pembahasan lintas disiplin ilmu yang membedah isu krisis migas dunia, pendidikan dan transformasi digital, pelayanan kesehatan ideal, perkembangan global, sistem demokrasi dan lembaga peradilan. Mahasiswa PGSD dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, menggunakan sumber digital atau elektronik di internet, berdiskusi tentang berbagai disiplin ilmu, mengaplikasikan kecerdasan buatan dalam pendidikan, sembari merumuskan kebijakan terkait hak-hak warga negara dan perbandingan sistem negara. Dosen menekankan bahwa penguasaan teknologi merupakan alat yang harus dikuasai dan dikembangkan secara maksimal khususnya untuk masyarakat dan dunia pendidikan. 

Pemahaman pada konstitusi dan kesadaran warga negara sangat penting dikuasai masyarakat agar setiap warga dapat mengikuti aturan atau etika yang berpihak pada kepentingan publik. Pembelajaran berbasis proyek dan studi kasus aktual dilakukan dengan mengembangkan kreasi berkas digital dibantu kecerdasan buatan, di antaranya cerita bergambar, media html untuk pembelajaran bahasa. Pembelajaran ini menegaskan komitmennya mencetak generasi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga tanggap terhadap dinamika kebangsaan dan tata kelola negara yang partisipatif.

Kontributor: Prana Dwija Iswara