Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi pada Rabu, 3 Juni 2026. Rapat yang dihadiri oleh para dosen dan tenaga kependidikan ini membahas berbagai agenda penting terkait pengelolaan akademik, pengembangan program, serta persiapan menyambut semester ganjil 2026/2027.
Salah satu agenda utama adalah pembahasan pemetaan jadwal semester ganjil 2026/2027, khususnya terkait teknik pengelompokan kelas untuk mahasiswa semester 5 dan 6. Disampaikan bahwa mahasiswa angkatan 2024 untuk semester 5 tidak mengalami perubahan formasi kelas; nama kelas tetap A, B, C, D, dan E. Perubahan formasi baru akan dilakukan pada semester 6 sesuai dengan mata kuliah pilihan masing-masing mahasiswa. Selain itu, sistem perkuliahan Metodologi Penelitian (Metlit) akan menggunakan skema moving class, di mana setiap dosen mengampu lima kelas dengan pembagian materi, ujian, dan workshop yang telah terstruktur.
Rapat juga membahas finalisasi Visi dan Misi Prodi PGSD 2026–2030 yang masih dalam tahap diskusi. Terdapat beberapa alternatif rumusan visi yang menekankan keunggulan, inovasi, karakter, serta orientasi iptek berbasis budaya nusantara menuju pengakuan di tingkat Asia.
Dari sisi kegiatan ilmiah, seluruh dosen PGSD diharapkan berpartisipasi sebagai presenter dalam Seminar Internasional ICOPED yang dijadwalkan pada 4 Juni 2026. Keikutsertaan dosen sebagai presenter berkontribusi langsung pada capaian IKU dan SKP masing-masing. Di samping itu, kegiatan PKM akan dilaksanakan di Pangandaran dengan sumber dana dari RKAT.
Terkait sidang skripsi, rapat menetapkan tiga gelombang pelaksanaan, yaitu 9 Juni, 9 Juli, dan 18 Agustus 2026. Mahasiswa yang belum menyelesaikan sidang sebelum 20 Agustus 2026 terancam dikenai pembayaran UKT di semester berikutnya.
Rapat turut menyoroti kondisi mahasiswa yang memerlukan perhatian khusus, baik dari sisi akademik maupun perilaku dan mental. Prodi juga memberikan apresiasi berupa rekomendasi nilai A bagi mahasiswa yang meraih juara 1, 2, atau 3 pada perlombaan tingkat nasional.
Rapat diakhiri dengan pengingat terkait pengisian e-Reporting Triwulan II, survei perkuliahan melalui SIMADU, serta pentingnya kontribusi dosen dalam program QS Global untuk mendukung pengakuan UPI sebagai universitas bertaraf dunia.








