DASHAT: Dapur Sehat Atasi Stunting, Mahasiswa P2MB dan Kader Desa Kolaborasi Wujudkan Generasi Sehat


UPI SUMEDANG

Gor Desa Karanglayung, Selasa 11 November 2025 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang ikut serta dalam Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) sebagai upaya meningkatkan kesehatan gizi balita. Program ini berlangsung di Gor Desa dan melibatkan mahasiswa P2MB Kelompok 27 yang turut bergabung bersama para ibu kader dalam rangka mendukung pencegahan stunting di wilayah tersebut.

Sejak pagi, suasana Gor Desa tampak hidup. Para ibu kader sibuk menyiapkan bahan-bahan pangan segar, sementara mahasiswa P2MB membantu menata alat masak, menimbang bahan, serta mendampingi kegiatan edukasi gizi. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara masyarakat, kader kesehatan, dan mahasiswa untuk menciptakan lingkungan yang peduli terhadap tumbuh kembang anak.

Bidan Nia selaku bidan desa Karanglayung yang ikut hadir dalam kegiatan menyampaikan bahwa DASHAT tidak hanya fokus pada memasak menu sehat, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pola makan seimbang, cara memilih bahan makanan bergizi, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan balita secara berkala. “Kami ingin para orang tua semakin sadar bahwa mencegah stunting bisa dimulai dari dapur rumah,” ujarnya.

Menu yang dibuat mencakup makanan sehat berbahan lokal seperti sayur mayur, telur, tahu, ayam, serta buah segar dan susu sebagai pelengkap gizi. Mahasiswa P2MB turut membantu memberikan pendampingan mengenai cara penyajian yang menarik untuk anak agar lebih bersemangat mengonsumsi makanan sehat.

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Banyak peserta mengaku mendapatkan pengetahuan baru tentang gizi keluarga. “Saya jadi tahu mana makanan yang baik untuk pertumbuhan anak saya. Ternyata mudah dan tidak mahal,” ujar salah satu ibu peserta.

Melalui kegiatan DASHAT ini, diharapkan masyarakat semakin memiliki kesadaran akan pentingnya gizi seimbang demi mencegah stunting sejak dini. Kehadiran mahasiswa P2MB Kelompok 27 juga memberikan warna baru dalam proses edukasi dan pendampingan di lapangan.


Berita Lainnya...