Mahasiswa PGSD UPI Gaungkan “CERIA” di SMPN 2 Conggeang: Cegah Nikah Dini sebagai Langkah Awal Tekan Stunting


UPI SUMEDANG

Sumedang — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang yang tergabung dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kelompok 27 melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “CERIA: Cegah Remaja Menikah Muda” di SMP Negeri 2 Conggeang, Desa Karanglayung, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, pada tanggal 05 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pencegahan stunting yang menjadi fokus P2MB tahun ini.

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Forum Genre Sumedang, Nur Sa’adatusysyifa, yang menyampaikan materi tentang keterkaitan antara pernikahan dini dan risiko stunting pada generasi mendatang. Ia menekankan pentingnya kesiapan berkeluarga sejak masa remaja.

“Terdapat sepuluh dimensi kesiapan berkeluarga,” jelas Nur Sa’adatusysyifa, menegaskan bahwa remaja perlu mempersiapkan aspek fisik, mental, dan sosial sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Ia juga menambahkan, “Stunting bukan penyakit tapi kondisi,” sehingga pencegahannya harus dilakukan sejak sebelum seorang perempuan memasuki usia menikah.

Materi yang dipaparkan juga menyoroti lima transisi kehidupan remaja yang ideal, yakni menerapkan pola hidup sehat, melanjutkan pendidikan, mempersiapkan pekerjaan, berperan dalam kehidupan sosial, dan baru kemudian siap memasuki kehidupan berkeluarga.

“Jika transisi ini tidak dijalani dengan matang, risiko kehamilan usia muda meningkat, dan hal tersebut dapat berdampak pada tingginya potensi anak mengalami stunting,” jelasnya.

Selain isu pernikahan dini, siswa juga mendapatkan penjelasan tentang anemia, salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami remaja putri. Kekurangan hemoglobin (Hb) akibat kurangnya asupan zat besi dapat berdampak panjang hingga masa kehamilan kelak. Narasumber menekankan bahwa mengkonsumsi tablet tambah darah bukan hanya untuk ibu hamil, tetapi juga penting bagi remaja untuk mencegah risiko stunting di masa depan.

Sosialisasi berlangsung interaktif. Banyak siswa mengajukan pertanyaan kritis, salah satunya mengenai faktor penyebab stunting.

Seorang peserta bertanya, “Benarkah stunting pada anak dipengaruhi oleh faktor genetik?”

Pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan bahwa stunting bukan penyakit genetik, melainkan lebih banyak disebabkan oleh kurangnya asupan gizi jangka panjang, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Melalui sosialisasi “CERIA”, mahasiswa P2MB UPI Sumedang berharap para remaja di SMPN 2 Conggeang lebih berani bermimpi, merencanakan masa depan, dan memahami bahwa menunda pernikahan adalah langkah penting untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan bebas stunting.


Berita Lainnya...