Mahasiswa UPI Bersama Para Ibu PKK Menyongsong Pusat Pertanian Bojongloa sebagai Bentuk Ketahanan Pangan Desa: Belajar dari Ketekunan Petani Lokal


UPI SUMEDANG

Bojongloa, 05 November 2025 - Kelompok 24 Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang melaksanakan kegiatan kunjungan ke Pusat Pertanian Desa Bojongloa milik salah satu warga desa, yakni Bapak Ote yang berlokasi di Dusun Citaman.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Kepala Desa Bojongloa beserta para ibu kader PKK, dengan tujuan mengenal lebih dekat potensi pertanian lokal sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam upaya mendukung ketahanan pangan desa.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Kepala Desa beserta para ibu kader desa, dengan tujuan untuk mengenal lebih dekat mengenai potensi pertanian lokal yang ada di Desa Bojongloa sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam upaya mendukung ketahanan pangan desa.

Pusat pertanian milik Bapak Ote berdiri di atas lahan seluas 4 hektare yang dikelola secara mandiri. Lahan tersebut tumbuh beragam tanaman pangan dan hortikultura seperti cabai, kacang panjang, kol, tomat, dan padi. Keberagaman tanaman tersebut mencerminkan potensi besar Desa Bojongloa dalam pengembangan sektor pertanian berkelanjutan.

Selama kegiatan kunjungan tersebut, mahasiswa P2MB UPI mendapat kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para petani mengenai proses budidaya, sistem pengairan, serta tantangan yang dihadapi para petani lokal dalam mengelola lahan pertanian. Para peserta juga diajak berkeliling area pertanian untuk melihat langsung tahapan perawatan tanaman.

Ibu Kepala Desa Bojongloa menyampaikan apresiasi dari kegiatan ini karena menjadi sarana edukatif bagi mahasiswa maupun masyarakat. “Pertanian adalah kekuatan utama desa kami. Kami senang mahasiswa UPI turut belajar dan memberikan perhatian pada sektor ini,” ujarnya. 

Siti Patimah selalu penanggungjawab kegiatan juga menuturkan bahwa kegiatan kunjungan ini merupakan bagian penting dari program pembelajaran berbasis masyarakat yang menekankan kolaborasi nyata antara akademisi dan warga. “Kami belajar bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya soal seberapa luasnya lahan, tapi juga ketekunan dan semangat para petani lokal” katanya.

Kunjungan ke pusat pertanian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai dunia pertanian, serta mendukung terciptanya desa yang mandiri dan berdaya secara ekonomi.


Berita Lainnya...