MAHASISWA UPI SUMEDANG RAIH DUA PENGHARGAAN INTERNASIONAL DI THAILAND INTERNATIONAL FOLKLORE FESTIVAL 2025


UPI SUMEDANG

Ratchaburi, Thailand – Rabu, 30 Oktober 2025

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi 38th Thailand International Folklore Festival (TIFF) 2025, tim mahasiswa UPI Sumedang berhasil meraih dua penghargaan internasional bergengsi, yaitu “Dressing Beautifully Award” dan “Aesthetic Performance Award.”

Festival tahunan yang diselenggarakan di Ratchaburi, Thailand, ini diikuti oleh lebih dari 12 negara, di antaranya Laos, Polandia, Indonesia, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, Malaysia, Kamboja, Singapura, India, Nepal, dan Jepang. Acara ini menjadi wadah persahabatan budaya antarbangsa serta platform internasional bagi para seniman muda untuk menampilkan warisan budaya terbaik dari negaranya masing-masing.

Tim UPI Sumedang tampil memukau dengan membawakan tiga tarian khas asal Sumedang, yaitu Tari Umbul, Tari Cikeruhan, dan Tari Merak. Ketiga tarian ini mencerminkan keindahan, semangat kebersamaan, dan filosofi kehidupan masyarakat Sunda yang penuh harmoni. Penampilan mereka berhasil memikat hati juri internasional berkat kombinasi gerak tari yang energik, keanggunan ekspresi, serta keindahan kostum tradisional yang menonjolkan warna-warna cerah dan ornamen khas Jawa Barat.

“Kami sangat bangga dengan capaian mahasiswa PGSD UPI Sumedang yang tampil luar biasa di panggung dunia. Ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi bentuk diplomasi budaya yang memperlihatkan wajah Indonesia yang kreatif, ramah, dan berkarakter,” ujar Sidqia Nurfadilah, M.Pd., dosen pembimbing sekaligus seniman tari yang mendampingi langsung mahasiswa dalam kegiatan tersebut.

Selain memukau lewat penampilan, delegasi Indonesia juga aktif menjalin interaksi dengan peserta dari berbagai negara. Mereka saling bertukar pengalaman mengenai pendidikan berbasis budaya, seni tradisional, dan praktik pembelajaran kreatif di sekolah dasar. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa PGSD dalam menerapkan konsep pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) di ranah internasional.

“Tari Umbul dan Tari Cikeruhan menggambarkan semangat kebersamaan dan kegembiraan masyarakat Sumedang, sedangkan Tari Merak menampilkan keanggunan dan keindahan khas Jawa Barat. Semua tarian ini menjadi simbol harmoni antara keindahan dan nilai-nilai pendidikan karakter,” tambah Sidqia.

Kedua penghargaan yang diterima tim UPI Sumedang merupakan pengakuan atas dedikasi mereka dalam mempertahankan dan mempromosikan kebudayaan lokal di tengah era globalisasi. Juri festival menilai bahwa keindahan busana, keserasian gerak, serta ekspresi yang natural membuat penampilan Indonesia tampil paling berkesan di antara puluhan delegasi lainnya.

Festival yang berlangsung selama enam hari ini diwarnai dengan parade budaya, pertunjukan seni rakyat, forum diskusi, dan acara diplomasi antarnegara. Setiap peserta diberi kesempatan untuk menampilkan budaya khas negaranya, sekaligus memperkenalkan filosofi di balik karya seni tersebut.

Prestasi ini menegaskan bahwa mahasiswa PGSD UPI Sumedang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kompetensi sosial, estetika, dan kepemimpinan budaya global. Melalui keikutsertaan di ajang internasional seperti TIFF, mahasiswa belajar untuk menjadi pendidik yang berwawasan luas, adaptif, dan mampu membawa nilai-nilai lokal ke dalam konteks pendidikan dunia.

“Kami berharap pengalaman ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkreasi dan memperkenalkan budaya Indonesia di berbagai kesempatan internasional,” tutup Sidqia dengan penuh kebanggaan.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan besar bagi Universitas Pendidikan Indonesia, khususnya Kampus Sumedang, yang terus berkomitmen mendukung kegiatan mahasiswa dalam pengembangan potensi seni, budaya, dan pendidikan berkarakter global.


Berita Lainnya...