P2MB Kelompok 24 Hadirkan Kelas Inspirasi Anak 2025 sebagai Ruang Belajar dan Pelestarian Budaya


UPI SUMEDANG

Program Kelas Inspirasi Anak (KIA) Desa Bojongloa menjadi salah satu inovasi kegiatan pengabdian mahasiswa dalam Program Pengembangan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) UPI tahun 2025. Kegiatan yang digagas oleh Kelompok 24 ini bertujuan memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak desa melalui kegiatan pembelajaran terstruktur yang dilaksanakan tiga kali dalam seminggu. Tidak hanya pembelajaran akademik, KIA juga menghadirkan pembelajaran budaya tradisional sebagai upaya pelestarian nilai lokal di tengah perkembangan digital.

Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa titik belajar di Desa Bojongloa, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Anak-anak yang berasal dari empat dusun terlihat antusias mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pembelajaran matematika, literasi, lingkungan, hingga pengenalan budaya tradisional seperti permainan khas Sunda dan seni daerah. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan interaktif sehingga anak-anak dapat terlibat secara langsung dan aktif.

Ketua pelaksana KIA, salah satu mahasiswa P2MB Kelompok 24, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik di desa. “Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang bukan hanya teori, tetapi dapat melekat dengan kehidupan anak-anak sehari-hari. KIA bukan sekadar belajar pelajaran sekolah, tetapi juga mengenalkan identitas budaya mereka,” ungkapnya saat diwawancarai.

Selain memberikan pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial antargenerasi karena turut melibatkan pemuda desa dan tokoh masyarakat. “Kami sangat senang melihat anak-anak Bojongloa memiliki semangat belajar tinggi. Program seperti ini penting untuk menambah wawasan mereka dan mempererat rasa bangga terhadap budaya lokal,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Dengan hadirnya KIA, diharapkan peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga nilai karakter, budaya, dan pengalaman belajar baru. Program yang berlangsung rutin hingga akhir masa P2MB ini dinilai menjadi contoh implementasi kegiatan pengabdian mahasiswa yang mampu menjawab kebutuhan pembelajaran di desa serta memperkuat identitas budaya masyarakat Bojongloa.

Melalui berbagai rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, program KIA diharapkan mampu menjadi model pembelajaran berbasis komunitas yang berkelanjutan. Tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik anak, tetapi juga membangun karakter, memperkuat identitas budaya, serta menumbuhkan motivasi belajar sejak dini. Keberlangsungan program seperti ini menjadi langkah penting untuk mendukung kualitas pendidikan alternatif di wilayah pedesaan serta memperluas akses belajar bagi seluruh anak.


Berita Lainnya...