Permainan Tradisional Sunda yang Menghibur dan Mendidik di Dusun 3 Desa Buahdua


UPI SUMEDANG

Mahasiswa P2MB UPI Kelompok 19 melaksanakan program kerja bertema “Kaulinan Barudak” bersama anak-anak Desa Buahdua. Kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan yang penuh makna antara mahasiswa dan masyarakat desa, khususnya anak-anak yang menjadi pusat keceriaan hari itu. Suasana lapangan desa berubah menjadi arena permainan yang penuh tawa dan semangat, ketika anak-anak dan mahasiswa berbaur memainkan berbagai permainan tradisional Sunda seperti Galih Pameungpeuk, Ucing-ucingan, serta permainan rakyat lainnya yang kini mulai jarang ditemui.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengajak anak-anak untuk bersenang-senang, tetapi juga memperkenalkan kembali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam permainan tradisional Sunda. Setiap permainan mengandung pelajaran berharga tentang kerja sama, sportivitas, ketangkasan, serta rasa saling menghormati. Anak-anak belajar untuk bekerja dalam tim, berani mengambil keputusan, sabar menunggu giliran, dan menerima kemenangan maupun kekalahan dengan lapang dada. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi karakter yang menyenangkan.

Tujuan utama dari “Kaulinan Barudak” adalah untuk melestarikan warisan budaya Sunda agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi dan pengaruh teknologi. Mahasiswa P2MB berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kembali semangat bermain di luar ruangan serta mempererat hubungan sosial antarwarga desa.

Anak-anak Desa Buahdua tampak sangat antusias dan bahagia dapat bermain bersama para mahasiswa. Tawa riang dan sorakan penuh semangat terdengar sepanjang kegiatan, menciptakan suasana hangat dan akrab di antara mereka. Mahasiswa P2MB juga merasa bangga dan bersyukur karena dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat, sekaligus mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai yang mereka pelajari di kampus.

Pada akhirnya, kegiatan “Kaulinan Barudak” tidak hanya menjadi ajang bermain dan bersenang-senang, tetapi juga menjadi momen berharga untuk memperkuat hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga dan mencintai budaya lokal. Dari tawa sederhana di lapangan desa, tumbuhlah harapan besar agar tradisi Sunda tetap lestari dan terus hidup di hati generasi penerus bangsa.


Berita Lainnya...