STUDENT EXCHANGE MAHASISWA PGSD UPI KAMPUS SUMEDANG MEMPERLUAS WAWASAN DAN MEMBUKA MATA PADA PENDIDIKAN DAN BUDAYA DI NEGARA UZBEKISTAN


UPI SUMEDANG

Pada tahun akademik 2024/2025 lebih tepatnya di semester genap, telah dilaksanakan program pertukaran mahasiswa atau disebut juga dengan Student Exchange fully-funded yang merupakan bentuk kerja sama antara prodi PGSD Kampus di Sumedang dengan salah satu institut di Uzbekistan yaitu DIEP (Denov Institute of Entrepreneurship and Pedagogy) selama 1 semester penuh bagi 2 mahasiswa prodi PGSD angkatan 2023. Salah satu mahasiswa yang berkesempatan langsung menjadi bagian dari program ini Melia Dwi Tamala dan Ratu Wulan. 

Perkuliahan dilaksanakan dari hari Senin sampai Sabtu dengan 7 mata kuliah dan dengan total SKS yaitu 30. Setiap mata kuliah dibagi menjadi 2 hari. Pada hari pertama adalah sesi pematerian dan hari kedua adalah sesi praktik atau tes. Hal yang menarik yang ditemukan disana  salah satunya adalah adanya mata kuliah Teknologi yang saat praktiknya banyak membuat kerajinan dengan menerapkan konsep matematika di dalamnya, karena di Uzbekistan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) atau yang kemudian menjadi STREAM (dengan tambahan Robotics) menjadi pendekatan yang diadopsi sebagai prinsip utama dalam reformasi pendidikan yang fokus pada koneksi kehidupan nyata dan pembelajaran praktik. Selain adanya integrasi dari mata pelajaran lain, praktik di kelas teknologi ini bermanfaat nantinya jika guru ingin membuka peluang berbisnis produk kerajinan yang telah dibuat. Peluang bisnis yang secara langsung dapat menghasilkan lapangan kerja ini merupakan inti dari target SDG 8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. 

Selain kegiatan perkuliahan, Melia dan Ratu juga sering dikenalkan dengan budaya dan bahasa mereka. Pada bulan pertama perkuliahan, Melia dan Ratu ditugaskan membacakan salah satu syair dari Alisher Navoi pada perayaan hari lahirnya. Selain itu, Melia dan Ratu juga mengenalkan budaya Indonesia melalui lagu “Rayuan Pulau Kelapa”. Ada beberapa situs bersejarah yang erat kaitannya dengan peradaban Uzbekistan dan Nabi Muhammad SAW yang sempat dikunjungi. Setelah beberapa bulan, Melia dan Ratu melakukan presentasi dan diskusi terkait budaya Indonesia kepada Mahasiswa prodi Sejarah dan Bahasa Inggris, juga mendatangi seminar dari dosen Biologi dari India dan berdialog dengan dosen dari Rusia yang melakukan kunjungan ke DIEP. 

Karena bahasa pengantar di kelas adalah bahasa Uzbekistan dan penutur bahasa Inggris yang masih sedikit, membuat melia dan Ratu perlu belajar bahasa mereka sampai akhirnya menjadi terbiasa dan mulai memahami bahasa Uzbekistan, sehingga bisa berkomunikasi langsung dengan teman-temannya disana, meski pada beberapa waktu Melia dan Ratu tetap menggunakan aplikasi translator. Kendati demikian, kendala bahasa bukan menjadi penghalang bagi Melia dan Ratu dengan teman-teman, guru, ataupun warga lokal disana untuk berbincang terkait banyak hal. Meski jauh dari orang tua dan keluarga hingga melalui hari besar tanpa mereka, namun dengan kesabaran, kebaikan, serta keramahan yang mereka lakukan dapat membantu saya dalam menjalani kehidupan disana dengan baik.

Melia dan Ratu mengucapkan terima kasih banyak atas kesempatan yang telah diberikan oleh prodi PGSD kepada mereka, karena dengan demikian Melia dan Ratu mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dan menerapkan prinsip SDG nomor 4 tentang pendidikan berkualitas yang membuka pintu untuk mengakses sistem dan fasilitas pendidikan di luar negeri dengan dukungan beasiswa yang diberikan, dan mendorong untuk belajar dan beradaptasi di lingkungan baru yang dapat menumbuhkan keterampilan baru. 


Berita Lainnya...