Tutup Kegiatan dengan Manis, P2MB Kelompok 23 Hadirkan Peta Desa untuk Cibitung


UPI SUMEDANG

Sumedang, Jawa Barat — Setelah menjalani rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat selama beberapa minggu, Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kelompok 23 resmi mengakhiri tugasnya di Desa Cibitung pada Jum’at (28 November 2025). Momen perpisahan yang berlangsung di aula desa pada siang hari itu menjadi ajang refleksi sekaligus apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara mahasiswa dan warga. Acara yang dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga tersebut berlangsung penuh hangat, menampilkan kedekatan yang terbentuk selama mahasiswa beraktivitas di desa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Cibitung memberikan penghargaan atas kontribusi mahasiswa selama keberadaan mereka di wilayah tersebut. “Kelompok 23 membawa banyak energi positif bagi warga. Mereka terlibat aktif dalam berbagai kegiatan desa dan memberikan warna baru bagi masyarakat,” kata Kepala Desa. Ia juga menyampaikan harapannya agar kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut pada generasi mahasiswa berikutnya.

Mahasiswa dan warga saling berbagi pesan dan kesan selama program berlangsung. Banyak warga mengungkapkan bahwa mereka merasa terbantu oleh berbagai kegiatan yang diadakan, mulai dari aktivitas edukatif, kegiatan lingkungan, hingga pendampingan bagi anak-anak. Ketua Kelompok 23 pun mengutarakan rasa terima kasih atas penyambutan warga yang begitu hangat. “Kami merasa diterima seperti keluarga sendiri. Banyak hal yang kami pelajari dari masyarakat di sini, terutama tentang kebersamaan dan kepedulian,” ujar Ketua Kelompok 23.

Suasana haru menyelimuti ruangan ketika sesi penyerahan kenang-kenangan dilakukan. Mahasiswa memberikan sejumlah tanda mata sederhana sebagai ungkapan rasa terima kasih atas pengalaman berharga yang mereka dapatkan. Beberapa warga turut mengekspresikan perasaan mereka terhadap kepulangan mahasiswa. “Mereka cepat berbaur dan selalu siap membantu. Rasanya baru kemarin mereka datang, sekarang sudah harus kembali,” tutur salah satu warga.

Setelah acara perpisahan selesai, pada sore harinya Kelompok 23 melanjutkan agenda resmi di kantor desa. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyerahkan peta desa hasil pemetaan lapangan yang telah mereka kerjakan selama masa pengabdian. Peta tersebut berisi gambaran lengkap mengenai batas wilayah Desa Cibitung, akses jalan utama, serta lokasi fasilitas umum seperti sekolah, posyandu, kantor desa, tempat ibadah, hingga ruang publik yang sering digunakan warga. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh mahasiswa kepada pemerintah desa, disaksikan oleh beberapa perangkat desa dan warga.

Sekretaris Desa Cibitung mengapresiasi karya tersebut. “Peta ini menjadi tambahan informasi yang sangat berarti bagi desa. Kami menghargai ketelitian dan waktu yang mahasiswa luangkan untuk membuatnya,” jelas salah satu perangkat desa. Ia menambahkan bahwa peta tersebut akan menjadi dokumen visual yang berguna sebagai gambaran kondisi wilayah desa saat ini.

Sore itu ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa dan perangkat desa. Warga yang hadir pun turut mengabadikan momen tersebut sebagai penutup kegiatan pengabdian Kelompok 23. Setelah kurang lebih dua bulan hidup bersama warga, meninggalkan desa menjadi hal yang tidak mudah bagi para mahasiswa. Meski begitu, mereka mengaku bangga dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi Desa Cibitung, sekaligus membawa pulang pengalaman yang akan menjadi pelajaran hidup berharga.

Program P2MB Kelompok 23 pun resmi ditutup dengan suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan. Meskipun masa pengabdian telah selesai, baik mahasiswa maupun warga berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dipertahankan. Bagi Desa Cibitung, kehadiran Kelompok 23 bukan sekadar bagian dari program tahunan, tetapi juga menjadi kenangan tentang kolaborasi yang memberikan nilai positif bagi masyarakat.


Berita Lainnya...