UPI Kampus Sumedang Gelar Sosialisasi Digital Talent Scholarship (DTS) & Micro Skill Bersama KOMDIGI Bandung


UPI SUMEDANG

Sumedang – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program Digital Talent Scholarship (DTS) dan Micro Skill dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Digital (KOMDIGI), pada hari Jumat, 11 Juli 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Ibu Nur Azizah, S.Si., M.Si., selaku Kepala Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) KOMDIGI Bandung, beserta timnya. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan UPI Kampus Sumedang, para dosen dan tenaga kependidikan (tendik).

Dalam sambutannya, Direktur UPI Kampus Sumedang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas digital sivitas akademika di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Program DTS dan Micro Skill dari KOMDIGI dinilai sangat relevan untuk menjawab tantangan tersebut, sekaligus menjadi peluang strategis untuk membekali tenaga pendidik dan mahasiswa dengan keterampilan digital terkini.

Program pelatihan yang ditawarkan dalam kegiatan ini meliputi berbagai skema pengembangan kompetensi digital, antara lain Thematic Academy, Digital Entrepreneurship Academy, dan Government Transformation Academy. Selain itu, KOMDIGI juga memperkenalkan platform Micro Skill yang menyediakan 67 video pembelajaran digital yang dapat diakses secara fleksibel oleh peserta dari berbagai latar belakang.

Yang patut digarisbawahi, seluruh program pelatihan ini gratis dan tidak dipungut biaya apapun, baik yang dilaksanakan secara daring maupun secara luring. Hal ini menjadi salah satu daya tarik utama program DTS dan Micro Skill, karena memberikan kesempatan luas bagi siapa pun untuk meningkatkan keterampilan digital tanpa hambatan biaya.

Menurut Ibu Nur Azizah, program pelatihan ini tidak hanya memberikan akses pembelajaran yang inklusif dan berkualitas, tetapi juga memberikan sertifikat pelatihan resmi lengkap dengan jumlah jam pelatihan yang telah diakui oleh Kementerian Kominfo. “Program ini diperuntukkan bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital di sektor pendidikan,” ungkap beliau dalam paparannya.

Pelatihan ini diselenggarakan dalam dua format, yaitu secara daring dan luring, sehingga memungkinkan partisipasi yang luas dari berbagai kalangan. Materi pelatihan mencakup berbagai topik mulai dari pengenalan teknologi digital, kewirausahaan berbasis digital, transformasi layanan publik berbasis digital, hingga keterampilan teknis seperti pengelolaan data, keamanan siber, dan penggunaan aplikasi digital dalam dunia kerja.

Salah satu manfaat utama dari pelatihan ini adalah peningkatan literasi dan kompetensi digital peserta. Dengan mengikuti pelatihan DTS dan Micro Skill, para peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan yang aplikatif, baik dalam kegiatan akademik maupun dalam menghadapi dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Selain itu, sertifikat yang diperoleh dari pelatihan ini juga dapat menjadi nilai tambah dalam portofolio profesional peserta.

Direktur UPI Kampus Sumedang dalam sambutannya juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai program sesaat. Ia menghimbau agar terjalin kerja sama berkelanjutan antara UPI Kampus Sumedang dan KOMDIGI Bandung dalam bentuk Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA). Dengan adanya MoA dan IA, program pelatihan seperti DTS dan Micro Skill dapat terus diakses secara berkelanjutan oleh sivitas akademika UPI.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini dan berharap ke depannya dapat memperluas cakupan program pelatihan, termasuk peningkatan kapasitas dosen dalam mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum, serta mendukung mahasiswa agar lebih siap menghadapi era industri 5.0,” ujar Direktur UPI Kampus Sumedang.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana peserta aktif bertanya mengenai mekanisme pendaftaran, kuota peserta, jenis pelatihan yang tersedia, serta integrasi sertifikat dalam pengembangan karier akademik maupun profesional. Para peserta menyambut baik adanya program ini dan menyatakan antusiasme untuk mengikuti pelatihan yang ditawarkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan akan terwujud ekosistem pembelajaran digital yang inklusif dan berkelanjutan di lingkungan kampus. Kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan institusi pemerintah seperti KOMDIGI menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan kompeten di era digital saat ini dan masa depan.


Berita Lainnya...